Konsep Dasar Perencanaan Pariwisata
Sebagian besar kawasan atau kota-kota belum memiliki kebijakan, visi dan misi, arah atau tindakan praktis lainnya sebagai upaya pengembangan wisata atas potensi wisata yang dimiliki kawasan tersebut. Akibatnya peran wisata tidak berkembang di kawasan tersebut baik di segi ekonomi dan sosial masyarakatnya. Padahal sektor pariwisata merupakan sumber pendapatan wilayah atau kawasan serta mampu mendorong perkembangan kawasan atau wilayah yang memiliki suatu potensi wisata. Oleh karena itu, wisata begitu besar manfaatnya jika mampu dikembangkan dan dikelola dengan baik. Pariwisata dianggap perlu direncanakan dengan baik agar mampu menghasilkan manfaat yang maksimal bagi kawasan tersebut serta bagi negara.
situs terbesar slot terbaru indonesia
Mengapa pariwisata perlu direncanakan dengan baik? Berikut adalah penjelasannya :
Fenomena pariwisata makin kompleks dari yg pernah terfikir sebelumnya karena pariwisata melingkupi seluruh sektor kehidupan masyarakat.
Pariwisata berdampak positif dan negatif
Pariwisata makin kompetitif dan promosi destinasi wisata makin gencar
Pariwisata bisa berakibat buruk pada sumberdaya alam dan budaya jika kurang tepat pengelolaannya
Pariwisata mempengaruhi semua orang dalam komunitas tertentu dan semua yang terlibat dalam pariwisata perlu berpartisipasi dalam proses perencanaan pariwisata.
Jika pariwisata tidak direncanakan dengan baik akan menimbulkan berbagai dampak bagi kawasan wisata itu sendiri dan masyarakat sekitarnya. Berikut adalah dampak kawasan wisata tanpa perencanaan :
Dampak fisik kawasan menjadi tidak tertata dan seringkali banyak bangunan terlantar serta kekumuhan yang muncul sehingga mengurangi daya tarik kawasan wisata tersebut.
Dampak sosial budaya yaitu hilangnya keaslinya budaya lokal akibat kulturalisasi yang berlebihan dan tanpa kontrol.
Dampak pemasaran yang berlebihan yaitu terjadinya ketidakefisiensian pemasaran yang dilakukan oleh berbagai pihak tanpa koordinasi yang baik.
Dampak pengorganisasian yang kurang serta dampak lainnya.
Baca Juga : Pengembangan Pariwisata Dalam Konteks Pembangunan Wilayah
Tingkatan Perencanaan Pariwisata
Perencanaan pariwisata dilaksanakan dalam berbagai tingkat, dari tingkat makro sampai lokal atau lebih detil. Tiap tingkatan berfokus pada pertimbangan yang kadang berbeda dan khusus. Tingkatan perencanaan pariwisata yang dibedakan secara struktural di dunia saat ini antara lain:
Perencanaan Pariwisata Tingkat International antara lain :
WTO – World Tourism Organization
IATA – International Civil Aviation Organization
WTTC (World Travel &Tourism Council)
IFTO (International Federation of Tour Operators)
IH&RA (International Hotel & Restaurant Association
ICCL (International Council of Cruise Lines)
Perencanaan Pariwisata Tingkat Regional antara lain :
PATA – Pacific Asia Travel Association
TCSP – Tourism Council of the South Pacific
IOTO – Indian Ocean Tourism Organization
Perencanaan Pariwisata Tingkat Nasional :
kebijakan nasional wisata
rencana struktural pariwisata
pencapaian internasional ke dalam negeri
fasilitas pariwisata di tingkat nasional
standar pelayanan pariwisata tingkat nasional
kebijakan penanaman modal di bidang pariwisata dan kebijakan pemasaran pariwisata
Perencanaan Pariwisata Tingkat Provinsi :
kebijakan wisata di tingkat provinsi
perencanaan jaringan pencapaian dan kendaraan di bidang pariwisata
fasilitas dan standar pelayanan pariwisata tingkat provinsi, dll
Perencanaan Pariwisata Tingkat Tapak :
perencanaan lokasi bangunan dan fasilitas pariwisata
Perencanaan Pariwisata juga dibedakan menjadi tingkat perencanaan spasial / geografis dan tingkat organisasi atau insitusi.
Tingkat perencanaan (spasial geografis) antara lain:
Tingkat tapak / lahan
Tingkat kawasan tujuan wisata
Tingkat regional
Tingkat perencanaan (organisasi/institusi/pranata) :
Tingkat ‘retail’
Tingkat perusahaan
Tingkat jaringan perusahaan regional
Tingkat jaringan perusahaan internasional
Hambatan Dalam Perencanaan Pariwisata
Kurangnya kesepakatan tentang prinsip-prinsip perencanaan pariwisata
Biaya pembuatan rencana pengembangan wisata yang relatif tinggi
Banyaknya pihak yang terlibat dan kompleksitas jaringannya
Keragaman bisnis dan produk wisata
Seasonality yang berbeda di tiap destinasi
Kepemilikan yang sering berubah pada bisnis pariwisata
Tujuan Perencanaan Pariwisata
Identifikasi pendekatan alternatif
Adaptasi dengan hal-hal yang tidak diinginkan
Mempertahankan keunikan
Menciptakan hal-hal yang diinginkan
Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan
Stakeholder dalam Perencanaan Pariwisata
Pihak-pihak yang harus terlibat dalam perencanaan pariwisata antara lain :
Pemerintah (Pusat & Daerah)
Komunitas lokal
LSM – lembaga swadaya masyarakat
Organisasi-organisasi pariwisata
Operator bisnis pariwisata
